📊🔥 CARA MEMBUAT CASCADING KINERJA YANG BENAR!
Banyak yang mengira cascading itu cukup:
Sasaran Kepala Daerah → Sasaran OPD → Program → Kegiatan
❌ Tidak sesederhana itu!
Cascading yang baik harus menunjukkan hubungan kontribusi yang logis dari hasil yang lebih rendah terhadap hasil yang lebih tinggi.
Yuk kita buat langkah demi langkah! 👇
1️⃣ MULAI DARI HASIL YANG INGIN DICAPAI 🎯
Jangan mulai dari program.
Mulailah dari:
“Perubahan apa yang ingin diwujudkan?”
Misalnya:
🎯 Pengangguran menurun
Jangan langsung berpikir:
❌ “Kita buat program pelatihan.”
Tapi tanyakan:
Apa yang harus berubah agar pengangguran dapat menurun?
Misalnya:
🎯 Kesempatan kerja meningkat
🎯 Kompetensi tenaga kerja meningkat
🎯 Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja meningkat
2️⃣ BUAT HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT 🌳
Sekarang susun hubungan hasilnya.
🎯 PENGANGGURAN MENURUN
│
┌─────────┴─────────┐
↓ ↓
Kesempatan kerja Kompetensi tenaga
meningkat kerja meningkat
│
↓
Pelatihan yang efektifIni membantu memastikan bahwa sasaran di bawah memang memiliki hubungan logis dengan sasaran di atas.
3️⃣ IDENTIFIKASI SIAPA YANG BERKONTRIBUSI 🏢
Setelah hubungan hasil jelas, baru tanyakan:
“Perangkat daerah mana yang memiliki kewenangan dan intervensi terhadap hasil tersebut?”
Contoh:
🏢 Dinas Tenaga Kerja
Kontribusi:
🎯 Kompetensi tenaga kerja meningkat
🏢 Perangkat daerah bidang investasi/ekonomi
Kontribusi:
🎯 Kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi meningkat
🏢 Dinas Pendidikan
Kontribusi:
🎯 Kualitas dan relevansi pendidikan meningkat
Jangan memaksakan semua OPD memiliki sasaran yang sama.
4️⃣ TENTUKAN SASARAN PERANGKAT DAERAH 🎯
Setelah kontribusi jelas, tentukan sasaran OPD.
Contoh:
🏛️ SASARAN PEMERINTAH DAERAH
Pengangguran menurun
⬇️
🏢 SASARAN DINAS TENAGA KERJA
Kompetensi tenaga kerja meningkat
⬇️
⚙️ INTERVENSI
Peningkatan kompetensi tenaga kerja
⬇️
📦 OUTPUT
Peserta memperoleh pelatihan/sertifikasi.
5️⃣ TENTUKAN INDIKATOR KINERJA 📊
Ini bagian yang sering salah.
Sasaran:
Kompetensi tenaga kerja meningkat
Jangan menggunakan indikator:
❌ Jumlah pelatihan
❌ Jumlah rapat
❌ Jumlah peserta
Karena itu lebih dekat dengan aktivitas/output.
Indikator sasaran seharusnya mengukur hasil yang ingin dicapai, misalnya indikator yang merepresentasikan kompetensi tenaga kerja sesuai definisi operasional yang ditetapkan.
6️⃣ TENTUKAN BASELINE 📍
Sebelum menentukan target, kita harus tahu:
“Kondisi awalnya berapa?”
Misalnya:
📍 Baseline 2025:
60%
Kemudian target:
🎯 2026: 65%
🎯 2027: 70%
🎯 2028: 75%
🎯 2029: 80%
Jangan langsung mengatakan:
“Target harus naik 10% setiap tahun.”
Target harus mempertimbangkan:
📊 baseline
📈 tren
💰 kemampuan anggaran
🏢 kapasitas pemerintah
🌏 kondisi eksternal
🎯 arah kebijakan
7️⃣ TENTUKAN TARGET YANG REALISTIS 🎯
Target bukan sekadar:
“Semakin tinggi semakin bagus.”
Target harus:
✅ menantang
✅ realistis
✅ terukur
✅ berbasis data
✅ dapat dipertanggungjawabkan
Contoh:
Baseline:
60%
Target:
95%
Pertanyaannya:
🤔 Apakah tersedia anggaran?
🤔 Apakah kapasitas SDM cukup?
🤔 Apakah kondisi eksternal mendukung?
🤔 Apakah target tersebut berdasarkan analisis?
Kalau tidak, target bisa menjadi tidak kredibel.
8️⃣ HUBUNGKAN DENGAN PROGRAM ⚙️
Setelah sasaran dan indikator ditetapkan, baru lihat:
“Intervensi apa yang dilakukan untuk mencapai hasil tersebut?”
Contoh:
🎯 Sasaran:
Kompetensi tenaga kerja meningkat
⬇️
⚙️ Program:
Program peningkatan kompetensi tenaga kerja
⬇️
📋 Kegiatan:
Pelaksanaan pelatihan
⬇️
📦 Output:
Peserta menyelesaikan pelatihan/sertifikasi.
9️⃣ JANGAN TERBALIK! 🚨
Kesalahan yang sering terjadi:
❌ Mulai dari program
“Tahun depan kita punya program X.”
Kemudian mencari sasaran yang cocok.
Ini terbalik.
Yang lebih tepat:
🎯 HASIL
Apa yang ingin dicapai?
⬇️
📊 INDIKATOR
Bagaimana mengukurnya?
⬇️
🎯 TARGET
Berapa yang ingin dicapai?
⬇️
⚙️ INTERVENSI
Apa yang harus dilakukan?
⬇️
📦 OUTPUT
Apa yang dihasilkan?
🔟 BEDAKAN OUTCOME DAN OUTPUT!
Misalnya:
🎯 SASARAN
Kompetensi tenaga kerja meningkat.
📊 INDIKATOR OUTCOME
Persentase tenaga kerja yang kompeten.
📦 OUTPUT
Jumlah peserta yang mengikuti/menyelesaikan pelatihan.
Jangan membuat:
“Jumlah pelatihan yang dilaksanakan”
sebagai indikator utama sasaran kompetensi.
Karena:
Banyak pelatihan ≠ kompetensi meningkat.
1️⃣1️⃣ BUAT CASCADING DALAM BENTUK RANTAI 🔗
Contoh sederhana:
🏛️ PEMERINTAH DAERAH
Pengangguran menurun
↓
↓
🏢 PERANGKAT DAERAH
Kompetensi tenaga kerja meningkat
↓
↓
📊 INDIKATOR
Persentase tenaga kerja kompeten
↓
↓
⚙️ PROGRAM
Peningkatan kompetensi tenaga kerja
↓
↓
📋 KEGIATAN
Pelatihan/sertifikasi
↓
↓
📦 OUTPUT
Peserta mendapatkan layanan pelatihanTetapi ingat:
Hubungan ini harus dibuktikan secara logis, bukan hanya dibuat karena terlihat bagus dalam diagram.
1️⃣2️⃣ PASTIKAN SETIAP LEVEL “NYAMBUNG” 🔗
Gunakan pertanyaan sederhana:
Level atas:
🎯 Apa hasil yang ingin dicapai?
Level bawah:
“Kalau hasil ini tercapai, apakah benar-benar membantu mencapai hasil di atas?”
Kalau jawabannya:
❌ Tidak jelas
➡️ cascading perlu diperbaiki.
1️⃣3️⃣ GUNAKAN UJI “SO WHAT?” 🤔
Ini cara sederhana untuk mengecek kualitas cascading.
Misalnya:
1.000 orang mengikuti pelatihan.
Tanya:
“So what?”
➡️ Kompetensi mereka meningkat.
Tanya lagi:
“So what?”
➡️ Peluang mendapatkan pekerjaan meningkat.
Tanya lagi:
“So what?”
➡️ Berkontribusi terhadap penurunan pengangguran.
Nah!
Kita mulai menemukan:
Output → Outcome → Hasil pembangunan
1️⃣4️⃣ HUBUNGKAN DENGAN POHON KINERJA 🌳
Sebelum membuat cascading, buat dulu logika hasilnya.
Contoh:
🌏 HASIL PEMBANGUNAN
Pengangguran menurun
│
┌─────────┴─────────┐
↓ ↓
Kesempatan kerja Kompetensi tenaga
meningkat kerja meningkat
│
↓
Pelatihan efektifKemudian tentukan:
Siapa yang berkontribusi pada setiap hasil?
Barulah dibuat cascading.
1️⃣5️⃣ HUBUNGKAN DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN 📚
Cascading tidak boleh berdiri sendiri.
Harus konsisten dengan dokumen perencanaan.
🏛️ RPJMD
Arah, tujuan, sasaran pembangunan daerah
⬇️
🏢 RENSTRA PERANGKAT DAERAH
Tujuan dan sasaran perangkat daerah
⬇️
📅 RENJA PERANGKAT DAERAH
Rencana kerja tahunan
⬇️
💰 APBD
Penganggaran program/kegiatan/subkegiatan
Dengan demikian:
Perencanaan → Penganggaran → Pelaksanaan → Evaluasi
dapat membentuk satu rantai yang konsisten.
1️⃣6️⃣ 7 PERTANYAAN UNTUK MENGUJI CASCADING 🔍
Sebelum cascading dianggap selesai, coba jawab:
① Apa hasil yang ingin dicapai?
② Apa indikatornya?
③ Apa baseline-nya?
④ Berapa targetnya?
⑤ Siapa yang bertanggung jawab/berkontribusi?
⑥ Intervensi apa yang dilakukan?
⑦ Apakah output benar-benar berkontribusi terhadap outcome?
Kalau tujuh pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas:
🔥 Cascading mulai kuat.
🚨 1️⃣7️⃣ 7 KESALAHAN DALAM CASCADING
❌ 1. Copy-paste sasaran
❌ 2. Indikator tidak mengukur sasaran
❌ 3. Target tidak memiliki baseline
❌ 4. Output dianggap outcome
❌ 5. Program tidak terkait dengan hasil
❌ 6. Semua OPD menggunakan indikator yang sama
❌ 7. Tidak ada hubungan sebab-akibat
📊 1️⃣8️⃣ CONTOH CASCADING YANG LEBIH LENGKAP
🏛️ PEMERINTAH DAERAH
Sasaran:
Pengangguran menurun
│
↓
🏢 DINAS TENAGA KERJA
Sasaran:
Kompetensi tenaga kerja meningkat
│
↓
📊 INDIKATOR
Persentase tenaga kerja kompeten
│
↓
🎯 TARGET
Meningkat sesuai baseline & analisis
│
↓
⚙️ PROGRAM
Peningkatan kompetensi tenaga kerja
│
↓
📋 KEGIATAN
Pelatihan/sertifikasi
│
↓
📦 OUTPUT
Peserta memperoleh layanan pelatihan
│
↓
🎯 OUTCOME
Kompetensi peserta meningkat🔥 1️⃣9️⃣ QUIZ TIKTOK!
Ada sebuah OPD dengan sasaran:
🎯 “Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan.”
Indikatornya:
A. Jumlah rapat koordinasi
B. Jumlah peserta sosialisasi
C. Persentase masyarakat yang memperoleh pelayanan sesuai standar
D. Jumlah perjalanan dinas
👇 Mana yang paling tepat untuk mengukur sasaran tersebut?
✅ Jawaban: C
Karena indikator tersebut lebih dekat dengan hasil/kualitas pelayanan yang ingin dicapai, bukan sekadar aktivitas administratif.
Tentu indikator final harus disesuaikan dengan definisi operasional, kewenangan, standar pelayanan, dan dokumen kinerja yang berlaku.
🧠 2️⃣0️⃣ RUMUS SEDERHANA
Ingat:
🎯 HASIL
Apa yang ingin berubah?
⬇️
📊 INDIKATOR
Bagaimana mengukurnya?
⬇️
📍 BASELINE
Mulai dari kondisi berapa?
⬇️
🎯 TARGET
Mau mencapai berapa?
⬇️
🏢 KONTRIBUTOR
Siapa yang berperan?
⬇️
⚙️ INTERVENSI
Apa yang dilakukan?
⬇️
📦 OUTPUT
Apa yang dihasilkan?
⬇️
🎯 OUTCOME
Apa yang berubah?
📌 KESIMPULAN
Cascading kinerja yang benar bukan sekadar menurunkan target dari Kepala Daerah ke OPD.
Cascading yang baik harus memastikan:
Sasaran → Indikator → Baseline → Target → Kontributor → Intervensi → Output → Outcome
semuanya nyambung secara logis.
Dan satu prinsip penting:
🔥 “Jangan mulai cascading dari program. Mulailah dari hasil yang ingin dicapai.”
Karena tujuan akhirnya bukan:
❌ banyak kegiatan
❌ banyak program
❌ serapan anggaran tinggi
Tetapi:
🎯 HASIL PEMBANGUNAN YANG NYATA.
🎬 KALIMAT PENUTUP VIDEO
“Cascading yang benar bukan sekadar membagi target. Cascading adalah memastikan setiap perangkat daerah tahu hasil yang harus dicapai, indikatornya jelas, targetnya berbasis data, dan kontribusinya benar-benar terhubung dengan sasaran pembangunan daerah.” 📊🔥
👉 Konten berikutnya:
🧩 “Apa Itu Logical Framework atau Logframe dalam Perencanaan?”
#CascadingKinerja #CaraMembuatCascading #PohonKinerja #KinerjaPemda #IndikatorKinerja #Outcome #Output #RPJMD #RKPD #Renstra #Renja #Permendagri862017 #Bappeda #AnalisKebijakan #ASN #PemerintahDaerah #KebijakanPublik #PerencanaanPembangunan #EvaluasiKinerja #PembangunanDaerah #TikTokEdukasi
Komentar
Posting Komentar