π― TARGET KINERJA: HARUS TINGGI ATAU REALISTIS?
Pernah dengar:
“Target harus setinggi mungkin supaya kinerjanya terlihat bagus!” π₯
Benarkah begitu? π€
Belum tentu.
Dalam perencanaan pembangunan daerah, target kinerja seharusnya ambisius tetapi realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
1️⃣ TARGET TERLALU RENDAH ❌
Misalnya:
π Realisasi tahun sebelumnya = 80%
Kemudian target tahun berikutnya:
π― 81%
Secara teknis mungkin tercapai.
Tapi pertanyaannya:
Apakah target tersebut cukup menantang untuk mendorong perbaikan kinerja?
Kalau target hanya sedikit di atas kondisi sebelumnya tanpa alasan yang jelas, perlu dianalisis kembali.
2️⃣ TARGET TERLALU TINGGI JUGA BERMASALAH π¨
Contoh:
π Baseline = 60%
Tiba-tiba target ditetapkan:
π― 95%
Padahal:
π° anggaran terbatas
π₯ SDM terbatas
π️ infrastruktur belum siap
π tren historis hanya naik 2–3% per tahun
Target tersebut perlu dipertanyakan.
Bukan berarti 95% mustahil, tetapi harus ada strategi dan intervensi yang mampu menjelaskan lonjakan tersebut.
3️⃣ TARGET YANG BAIK ITU SEPERTI APA?
Target yang baik harus mempertimbangkan:
π BASELINE
Bagaimana kondisi awal?
π TREND
Bagaimana perkembangan beberapa tahun sebelumnya?
π MASALAH
Apa masalah yang ingin diselesaikan?
⚙️ INTERVENSI
Apa program/kebijakan yang dilakukan?
π° SUMBER DAYA
Berapa anggaran dan SDM yang tersedia?
π FAKTOR EKSTERNAL
Apa kondisi di luar kendali pemerintah yang dapat memengaruhi pencapaian?
4️⃣ CONTOH SEDERHANA
Misalnya:
Indikator: Cakupan pelayanan
π 2024 = 70%
π 2025 = 73%
Rata-rata peningkatan sekitar 3 poin persentase.
Kemudian untuk 2026 ditetapkan:
π― 76%
Target ini relatif mudah dijelaskan berdasarkan tren.
Tetapi jika ditetapkan:
π― 98%
maka perlu ada penjelasan:
“Intervensi apa yang membuat capaian dapat melonjak dari 73% menjadi 98%?”
Kalau tidak ada dasar yang kuat, target tersebut berisiko menjadi target yang tidak realistis.
5️⃣ TARGET BUKAN SEKADAR ANGKA π
Target harus menjawab:
“Dengan kondisi yang ada dan intervensi yang dilakukan, berapa capaian yang secara rasional dapat diwujudkan?”
Jadi bukan:
❌ Target setinggi-tingginya
dan bukan pula:
❌ Target serendah-rendahnya
Tetapi:
✅ Target yang menantang + realistis + berbasis data.
π₯ TARGET vs REALISASI
Misalnya:
π― Target = 80%
π Realisasi = 78%
Apakah otomatis kinerjanya buruk?
Tidak selalu.
Perlu dilihat:
π Mengapa target tidak tercapai?
π Apakah terjadi perubahan kebijakan?
π Apakah ada kendala anggaran?
π Apakah terjadi kondisi eksternal?
π Apakah target sejak awal memang realistis?
Inilah pentingnya evaluasi kinerja.
π§ HATI-HATI: TARGET JANGAN “DIPERCANTIK”
Ada dua kesalahan:
π¨ TARGET TERLALU RENDAH
Agar mudah dicapai.
Target → 70%
Realisasi → 72%
π “Target tercapai!”
Padahal potensinya sebenarnya jauh lebih tinggi.
π¨ TARGET TERLALU TINGGI
Agar terlihat ambisius.
Target → 95%
Realisasi → 70%
❌ Capaian terlihat rendah.
Padahal masalahnya mungkin bukan hanya pada pelaksanaan, tetapi targetnya memang tidak didukung baseline dan kapasitas yang memadai.
π― RUMUS BERPIKIR MENETAPKAN TARGET
BASELINE π
⬇️
TREND π
⬇️
ANALISIS MASALAH π
⬇️
INTERVENSI ⚙️
⬇️
SUMBER DAYA π°
⬇️
TARGET π―
⬇️
MONITORING & EVALUASI π
π‘ JADI, HARUS TINGGI ATAU REALISTIS?
Jawabannya:
REALISTIS, tetapi tetap MENANTANG. π―
Target harus cukup tinggi untuk mendorong perbaikan kinerja, tetapi tetap memiliki dasar data dan kemampuan pencapaian yang jelas.
π INGAT KALIMAT INI:
“Target yang baik bukan target yang paling tinggi, tetapi target yang paling rasional untuk mendorong perubahan dan dapat dipertanggungjawabkan.”
π₯ QUIZ UNTUK FOLLOWER
Baseline 2025:
π 70%
Tren peningkatan rata-rata:
π 2–3% per tahun
Tahun 2026 pemerintah menetapkan:
A. Target 72%
B. Target 75%
C. Target 99%
π€ Menurut kamu, mana yang paling masuk akal?
Tulis A, B, atau C di komentar! π
π Follow untuk konten berikutnya: “Baseline, Target, dan Realisasi: Apa Hubungannya?”
#TargetKinerja #IndikatorKinerja #Permendagri862017 #PerencanaanPembangunan #EvaluasiKinerja #Baseline #Target #Realisasi #RPJMD #RKPD #Renstra #Renja #CascadingKinerja #PohonKinerja #Bappeda #AnalisKebijakan #ASN #PemerintahDaerah #KebijakanPublik #PembangunanDaerah #TikTokEdukasi
Komentar
Posting Komentar